ABU DHABI — Badan Energi Terbarukan Internasional (International Renewable Energy Agency / IRENA) resmi merilis laporan statistik global terbaru yang mencatatkan pencapaian monumental. Sektor pembangkit listrik energi terbarukan dunia menorehkan rekor pertumbuhan tercepat sepanjang sejarah dengan lonjakan kapasitas tahunan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Berdasarkan laporan resmi IRENA, kapasitas tambahan energi terbarukan global sepanjang tahun menembus angka tertingginya di 693 Gigawatt (GW). Capaian fantastis ini mendongkrak total kapasitas energi bersih global menyentuh angka 5,2 Terawatt (TW), yang kini mencakup hampir 49,5% dari total keseluruhan kapasitas kelistrikan di seluruh dunia.
Lonjakan masif ini didominasi oleh dua pilar utama teknologi transisi energi, yakni energi surya (solar PV) dan angin. Energi surya sendiri terbukti memimpin di garis depan dengan menyumbang hampir tiga perempat dari total penambahan energi terbarukan global—mencatatkan rekor penambahan sebesar 510 GW dalam satu tahun, sementara energi angin menyusul dengan tambahan 159 GW.
IRENA mengungkapkan bahwa faktor utama di balik masifnya adopsi teknologi surya dan angin ini adalah faktor keekonomian. Biaya pembangkitan dari energi surya dan angin kini jauh lebih kompetitif dan murah dibandingkan bahan bakar fosil, menjadikannya pilihan rasional bagi banyak negara di tengah ketidakpastian harga energi global.
Kendati pertumbuhan global mencetak rekor, laporan IRENA menyoroti masih adanya ketimpangan (disparities) dalam distribusi penambahan kapasitas antarwilayah:
Tiga Raksasa Global: Sebagian besar kapasitas baru (sekitar 79,5% atau setara 550 GW) masih terkonsentrasi di Tiongkok, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.
Kawasan Afrika: Membuktikan tren positif dengan rekor peningkatan tertinggi tahunan, naik sebesar 15,9% hingga mencapai total kapasitas 82 GW, yang dimotori oleh Mesir, Afrika Selatan, dan Ethiopia.
Timur Tengah: Menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan persentase tahunan terbesar, melesat hingga 28,9% yang dipimpin oleh ambisi besar Arab Saudi.
Direktur Jenderal IRENA, Francesco La Camera, dalam kata pengantarnya menegaskan bahwa laporan ini merupakan tolok ukur penting untuk melacak kemajuan transisi global. Meskipun tren pertumbuhan menunjukkan grafik yang sangat agresif, dunia masih memerlukan percepatan masif dalam stok pembangkit listrik terbarukan dan sistem desentralisasi agar masa depan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh umat manusia dapat tercapai.