IKN, 3 Desember 2025 – Komitmen Pemerintah dalam mewujudkan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai Forest City yang berkelanjutan diperkuat dengan percepatan pembangunan infrastruktur energi hijau. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 50 Megawatt (MW) di IKN, dengan nilai investasi fantastis sekitar Rp 900 miliar, kini diposisikan sebagai sumber energi utama (pionir) yang menopang kelistrikan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Proyek PLTS ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi merupakan perwujudan nyata bahwa IKN akan beroperasi dengan prinsip 100% energi baru terbarukan (EBT).
Pembangunan PLTS 50 MW IKN telah menunjukkan kemajuan signifikan sejak groundbreaking oleh Presiden Joko Widodo pada November 2023.
Operasional Tahap Awal: PLN telah berhasil mengoperasikan PLTS tahap 1 dengan kapasitas 10 MW pada Maret 2024. Kapasitas awal ini memastikan pasokan energi bersih sudah tersedia untuk mendukung aktivitas operasional dan konstruksi di IKN.
Reduksi Emisi: Ketika beroperasi penuh, PLTS yang dibangun di atas lahan 80 hektar ini diperkirakan mampu mereduksi emisi karbon hingga 104.864 ton CO2 per tahun. Angka ini menegaskan peran IKN sebagai percontohan nasional dalam pencapaian target Net Zero Emission.
Kepala Otorita IKN, sebelumnya menyatakan bahwa pengembangan PLTS ini merupakan strategi utama untuk menjamin ketahanan energi yang andal, terjangkau, dan ramah lingkungan di Ibu Kota Negara. Selain tenaga surya, potensi sumber EBT lain seperti tenaga air juga akan dimanfaatkan untuk menciptakan sistem kelistrikan terintegrasi yang sepenuhnya hijau.
Dengan investasi hampir satu triliun rupiah, PLTS 50 MW IKN membuktikan keseriusan Indonesia dalam membangun kota masa depan yang mengedepankan keberlanjutan dan transformasi energi.