background

Berita

Indonesia Siap Jadi Raja Energi Hijau Regional: Medco Power Ungkap Proyek PLTS Raksasa 2 GWp di Pulau Bulan

Indonesia Siap Jadi Raja Energi Hijau Regional: Medco Power Ungkap Proyek PLTS Raksasa 2 GWp di Pulau Bulan

JAKARTA, 3 Desember 2025 – PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi), melalui anak usahanya Medco Power Indonesia, menegaskan kesiapan Indonesia untuk menjadi pemain kunci dalam rantai pasok energi bersih di Asia Tenggara. Perusahaan ini tengah mematangkan rencana ekspor listrik hijau ke Singapura melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas raksasa 2 Gigawatt peak (GWp) yang berlokasi di Pulau Bulan, Kepulauan Riau.

Proyek ambisius ini dirancang untuk dapat mengalirkan hingga 600 Megawatt (MW) listrik rendah karbon ke Negeri Singa melalui pembangunan kabel bawah laut. Langkah ini selaras dengan komitmen Indonesia untuk mendominasi pasar energi terbarukan di kawasan.

Izin dan Skema Pasar Premium

Direktur Utama Medco Power Indonesia, Eka Satria, menyatakan bahwa perusahaan telah mendapat restu dan izin ekspor dari pemerintah. Saat ini, fokus perusahaan adalah finalisasi komunikasi dengan calon pembeli potensial di Singapura, mulai dari utilitas hingga perusahaan-perusahaan besar yang membutuhkan pasokan energi rendah karbon untuk memenuhi target keberlanjutan mereka.

Proyek ini akan memasuki pasar listrik Singapura yang unik, menggunakan skema "merchant market". Dalam skema ini, produsen tidak terikat dengan satu pembeli tunggal (seperti PLN di Indonesia).

"Pasarnya unik banget, namanya merchant market. Jadi kita tidak ada one single buyer," ujar Eka. "Harganya memang bisa premium, namun memang ada risiko karena harganya berfluktuasi sesuai dengan harga pasar energi dan harga pasar karbon di sana."

Syarat Investasi bagi Singapura

Rencana ekspor listrik bersih ini juga menjadi bagian dari kesepakatan politik yang lebih luas antara Indonesia dan Singapura. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian ESDM dan Kemenko Marves, sebelumnya telah menegaskan bahwa izin ekspor diberikan dengan syarat yang menguntungkan bagi ekonomi domestik.

Syarat utama yang diajukan Indonesia adalah Singapura harus menyertakan investasi minimal US$10 miliar (sekitar Rp 162 triliun) di Indonesia, serta turut mengembangkan kawasan industri hijau di Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), Kepulauan Riau. Syarat ini bertujuan menciptakan ekosistem manufaktur hilir EBT di Indonesia, termasuk industri panel surya dan Battery Energy Storage System (BESS).

Memperkuat Posisi Indonesia

Dengan memprioritaskan perusahaan swasta seperti Medco dalam proyek ekspor ini, pemerintah berharap dapat:

  1. Menarik Investasi: Menarik investasi strategis asing, khususnya untuk sektor EBT dan teknologi terkait.

  2. Menciptakan Ekosistem: Mendorong pertumbuhan industri manufaktur energi terbarukan di Kepulauan Riau.

  3. Devisa: Menambah devisa negara dari penjualan listrik bersih premium ke luar negeri.

Proyek PLTS Pulau Bulan Medco menjadi salah satu dari beberapa proyek swasta yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan listrik rendah karbon Singapura yang permintaannya mencapai 3,4 GW, menandai era baru Indonesia sebagai eksportir energi bersih regional.

Bagikan